Posted in Nusantara Class

Belajar Ngajar dari Raida

fira
sewaktu Fira menghadiri sidang tesis Maridah. Sumber Dokumen Pribadi.

S.A. Raida, M.Pd., pada saat pertama kali mengenalnya merupakan seorang wanita Gadis yang sibuk, bahkan terlampau sibuk. Kesibukannya waktu itu adalah Mengajar, Raida mengajar mata pelajaran Biologi di salah satu SMA di kawasan Salatiga Jawa Tengah.

Butuh waktu yang lumayan lama untuk bisa memasuki sudut pandangnya, karena Saya jarang bisa berdiskusi dengannya, ya itu…karena kesibukannya yang luar biasa padat. Butuh sekitar 6 bulan lebih hingga saya bisa mengajaknya berdiskusi panjang lebar. Kami mendiskusikan banyak hal, mulai pembahasan seputar pelajaran di kampus hingga persoalan idealisme garis kiri mentok sampai garis kanan mandes.

Sama seperti rekan-rekan yang lain, Raida pun menanyakan berbagai hal kepada saya, “mas, apa alasanmu mengenakan pita merah-putih di lengan kananmu? Kamu tergabung dalam organisasi apa?”. Biasanya kalau udah diberi pertanyaan seperti itu, saya menjawab “Oh ini (sambil menunjuk ke lengan kanan)….nanti juga akan tau sendiri kok, pokok’e NKRI Harga Mati titik”.

Leaf
Keterangan: Sesaat sebelum memasuki museum NTB (tahun 2012), guna mengkaji warisan budaya Provinsi NTB.

Berdasarkan beberapa parameter psiko-analisis (hahaha..ngarang) yang saya gunakan, Saya bisa mengetahui ketulusan dan keseriusannya dalam mengembangkan dunia pendidikan serta potensi adik-adik peserta didik di sekolahnya. Keinginannya kuat dan tulus, menjadikannya begitu istimewa sebagai seorang guru dan dikagumi oleh adik-adik peserta didik.

Muda-belia, rasa ingin tahu yang tinggi dan berkarakter, itulah kata-kata yang bisa mewakili Raida secara keseluruhan. Raida tau betul bagaimana memposisikan diri sebagai seorang guru, sebagai seorang pendidik, dan sahabat bagi adik-adik peserta didiknya.

Lantas mengapa harus belajar ngajar pada Raida?  Oh itu, hal tersebut dikarenakan Raida dalam mengajarkan setiap materi pelajaran, mengajarkan hingga tuntas, sehingga adik-adik tersebut tidak mengalami missconception untuk setiap pembahasan. Di samping itu, perbedaan umur usianya yang tidak terlalu jauh dari adik-adik tersebut, mengakibatkan Raida tidak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan mereka.

*bersambung…..(yumkin)

 

Semarang, 29 November 2015

ttd.

M. Teguh A Diantaris

 

 

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s