Posted in Inspirasi

Ayo dong kita diskusi

“…Bang, masalah sains gw awam, buta, ga ngerti sama sekali. Namun jika ingin mengguncang kestabilitasan negara dalam satu malam, gw bisa atur bang, untuk masalah ini (sains) Gw serahin semuanya sama lo bang. Pokoknya ada bahan presentasi, selebihnya serahkan sama gw…” ujar salah satu anak sospol dalam salah satu sesi diskusi lintas ke-ilmuan.
Saya jadi mikir, “..ternyata urusan Politik (sospol) tidak segampang mengkultur daun anggrek (walaupun memang sulit), tidak semudah mencari sperma (meskipun emang ribet) tatkala praktikum anfisman, Politik jauh lebih rumit dibanding itu semua…”
Pada sesi diskusi tersebut, terdapat anak ekonomi, anak hukum, anak sospol, anak seni, anak Hubungan Internasional, anak biologi, anak kesmas, dll. Bedanya, jika dikelas (biologi) pembahasan masalah sampah bisa selesai dalam waktu 10 menit, karena yang dibahas “pure” masalah sains, technology, society, serta environment, dan kami memiliki pandangan yang sama tentang arah diskusi.
Sedangkan pada diskusi lintas ke-ilmuan tersebut, diskusi masalah sampah bisa berlangsung seharian, karena mengurus sampah tidak melulu membahas masalah sains, society, technology, ataupun environment saja, jauh dari itu. Kami membahas regulasi peraturan daerah tentang tata kelola sampah (nah lo), tentang pajak progresive (embuh, ra ngerti), tentang citra negara dihadapan negara lain, tentang itu, tentang ini, dll.
20140410_104150_buang sampah-1
Lantas?
  • sebuah diskusi yang luar biasa, anak sospol bisa ngerti apa saja maenan anak biologi (baca: bakteri), anak botani bisa ngerti jenis-jenis pajak yang dapat digunakan untuk menyelamatkan hutan, dll.
 Lah, kemana aja kamu mas, bukankah acara semacam itu sudah lama diadakan di setiap kampus?
  • Beda, jauh berbeda. Jika sebelumnya berdiskusi masalah politik yang gajelas ujung pangkalnya (sesama anak IPA yang membicarakan masalah politik, sama aja dengan anak kecil yang berpidato mangangkat tema poligami), nah… sekarang Berdiskusi bersama dengan anak FEUI yang berbicara mewakili Indonesia tentang Ekonomi mikro di Korsel, dengan anak IPB yang yang berwirausaha dibidang pangan lokal, anak ITB yang bekerja di perminyakan, dll., artinya mereka ahli dibidangnya masing-masing dan berbicara atas bidang keilmuan mereka.
Trus….harapanmu apa mas?
  • Agar kamu juga bisa ikut berdiskusi dan bersuara dalam diskusi seperti itu.
Wah…aku ga punya kenalan orang-orang hebat seperti itu mas, bagaimana dong?
  • Agar bisa bertemu dengan mereka tentu saja kamu juga harus hebat dibidang yang kamu sukai, apapun itu, pasti bermanfaat, jika sudah waktunya maka mereka akan datang padamu, mengajakmu berdiskusi, meminta pendapatmu.

Begitu ya mas…

  • yep, selamat berusaha….dan ayo dong kita diskusi.

Lets-discuss

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s