Posted in Islam

Mas, apakah islam melarang pacaran?

Mas, apakah islam itu melarang pacaran?

  • Masalah pacaran ya, sebenarnya islam tidak membahas perkara pacaran secara khusus karena di dalam islam tidak dikenal istilah pacaran, istilah pacaran itu muncul masa zaman ini yang disepakati bersama oleh kaum muda.Pacaran-Menurut-Agama-Islam

Oh, itu ya mas, ta’aruf ya…. istilah pacaran dalam islam?

  • Bukan, bukan. Sebagaimana sudah saya jelaskan dalam diskusi sebelumnya (http://wp.me/pKClt-30), ta’aruf itu ya maknanya saling mengenal satu sama lain seperti saya yang mencoba mengenal agama adek, sebagaimana adek yang mencoba memahami agama islam, pada kasus ini kita bisa diartikan dalam masa berta’aruf. Kalau menghubungkan ta’aruf dengan pacaran saya rasa tidak, toh kita pun tidak sedang berpacaran bukan?

tambah-parah-gaya-anak-sd-pacaran-semak-95db20

Oke kembali ke topik di atas, lantas apakah islam memperbolehkan pacaran?

  • Sekali lagi, islam tidak mengenal istilah pacaran hanya saja jika pacaran yang dimaksudkan itu adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi yang di dalam aktivitas tersebut terdapat aktivitas yang dilarang dalam islam seperti bersentuha kulit lelaki dan perempuan sehingga menimbulkan hawa nafsu, berciuman, hingga jimaq (bersetubuh) maka aktivitas berpacaran seperti ini diharamkan oleh islam. Sumber hukumnya sudah jelas, artinya perbuatan tersebut sudah nyata dilarang dalam al-qur’an, hadist, ijmaq ulama, qiyas, dll.
  • Namun, jika pacaran yang dimaksudkan adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi tanpa menimbulkan hawa nafsu, saya rasa boleh. Cuman itu, sangat sulit bagi sepasang muda-mudi yang tengah dimabuk asmara untuk tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan hawa nafsu. Sulit bukan berarti tidak bisa loh ya.memandang

Hawa nafsu….? seperti apakah itu mas.

  • Misalnya nih, kita memandang lawan jenis kita dengan seksama kemudian tubuh kita tiba tiba seperti kesetrum kecil, maka pandangan itu sudah termasuk pandangan dengan hawa nafsu. Itu sederhananya, kalau yang lebih spesifik, seperti tanda-tanda yang pernah kita pelajari dalam system reproduksi dulu.

Wah kalau begitu susah juga ya mas, bagaimana mungkin pacaran tanpa pandang-pandangan.

  • Susah bukan berarti sulit, bisa kok, hanya saja gak populer. Seperti gaya pacaran orang zaman dahulu, mereka pacaran karena telah mengikat janji untuk itu, hanya saja pas apel di malam minggu mereka dibatasi tembok dalam berkomunikasi. Pada saat mereka berjumpa di jalan, mereka saling pandang lantas tertunduk malu, sembari senyum-senyum sendiri. Pokoknya model pacaran jaman dahulu.

Ok ok, aku faham. Hmmm, terus kamu pacaran mas?

  • Saya gak pacaran lagi.

Alaaah…bilang aja ga ada yang mau….

  • huaaasem, iya juga kali ya, syukurlah kalau demikian.
sumber: http://assets-a2.kompasiana.com/statics/files/1426088748703266964.jpg?t=o&v=760
sumber: http://assets-a2.kompasiana.com/statics/files/1426088748703266964.jpg?t=o&v=760

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

2 thoughts on “Mas, apakah islam melarang pacaran?

  1. kalau pacaran tanpa pandang, sentuhan dan tanpa-tanpa yang lainnya, kayaknya enggak bisa deh mas.

    kalau pacaran tak pegang-pegangan, tak pandang mendingan enggak pacaran sekalian. daripada pacarannya masih syubhat begitu, atau masih transparan.

    1. Dear mas Hardi Jofandu yang baik hati, pertama saya mengucapkan terima kasih karena telah membaca serta menyempatkan diri untuk menulis komentar.
      Mas Hardi memang benar, istilah pacaran tanpa pandang-pandangan, sentuhan dan lainnya memang menjadi tabu dewasa ini, nilai adab, sopan-santun, serta etika sudah mengalami pergeseran nilai seiring dengan pesatnya informasi saat ini. Benar mas, lebih baik tidak usah pacaran saja, lebih baik menikah jika dirasa sudah mampu berumah tangga.

      Hormat saya,
      M. Teguh A Diantaris

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s