Posted in Uncategorized

Selamat, Kamu menang Man.

Bagi Keresidenan Repoq, siapa sih yang tidak mengenal nama Sukarman HJP., (SHJ Putra). Seorang warga repoq yang diberikan kemudahan untuk memahami berbagai jenis gubahan karya seni; seperti seni suara, puisi, sajak, dll. Dia pernah memenangkan berbagai lomba karya tulis ilmiah sewaktu SMA, dia juga pernah mengikuti lomba baca puisi di kampus hijau (Baca: IAIN Mataram), yaaaa…. walaupun gak menang sih, cuman penampilannya keren kok.

Saya gak akan cerita berbagai hal tentang dia, soalnya kalau ditulis bisa jadi satu bungkul laporan tersendiri, hehehe. Ok, ini tentang sebuah tantangan yang telah kami sepakati bersama beberapa tahun silam sewaktu menginjakkan kaki di pegunungan Semarang ini, ga tau deh dia masih inget atau enggak.

Sebelumnya Saya ingin bercerita sedikit. Jadi, Saya berangkat menuju Semarang hanya bermodal sebuah alamat kos yang diberikan olehnya, batre HP sudah habis diperjalanan Solo-Semarang. Setibanya di Semarang Saya turun bus kemudian naik taksi, meminta diantarkan menuju alamat tersebut. Apesnya, supir taksi tersebut tidak mengenal alamat tersebut, nah lo…piye jal. Setelah muter-muter Ngesrep (Tembalang) alhamdulillah Saya sampai di alamat tersebut (baca; jalannya bener, RTnya bener, RWnya bener, hmmmmm tapiiiiii). Setelah menurunkan barang bawaan, taksi (beserta supir kerennya) pergi. Harapan Saya, Saya akan langsung tidur, cape banget soalnya. Hanya saja, harapan tersebut sirna, karena alamat yang ditunjukkan pada secarik kertas tersebut adalah sebuah lendang eh maksudnya sebuah tanah kosong yang ditumbuhi berbagai macam rumput liar, dan tidak terdapat tanda-tanda kehidupan di sana; gak ada kamar kos, ga ada pintu; ga ada atap kos; ga ada manusia; intinya gak ada bangunan yang bisa diidentifikasi sebagai sebuah kos.

Aishhhhhhh…. pertama kali ke semarang malah dapet beginian. Saya masih ingat rasanya berjalan menelusuri lorong aspal di siang bolong sambil menggeret koper mencari orang buat bertanya. Akhirnya, Saya menemukan kumpulan orang yang lagi duduk nyantai. Setelah melepas salam, Saya bertanya “Maaf, apakah di sekitar sini ada yang namanya SHJ Putra, dia dari Lombok”. Mereka kompak menggelengkan kepala, sambil meneliti penampilan Saya dari atas hingga bawah, hopeless abis deh.

Rencana sih mau mewek dipinggir jalan, sambil guling-guling. Iya, pikiran itu hampir terlaksana jika saja pada waktu itu tidak ada suara—yang tidak asing—memanggil, “eeee…semeton, piranm dateng…”. Benar saja, sewaktu balik badan, ternyata sosok itu muncul. Bagai sebuah adegan film india, kami berlari menghampiri satu sama lain kemudian berpelukan, oke stop!! skip that moment.

Aisssssshhhhhhhh….. ternyata kosannya berada tepat di depan lokasi tempat Saya bertanya. Setelah masuk diajak masuk kosnya, dia pamit mau pergi menemani seorang temannya cukuran, tepok jidat, ni anak bener-bener deh, bukannya disambit eh disambut malah ditinggal pergi, tapi ya sudahlah Saya dah kedung cape’. Setelah mandi dan istirahat, malamnya Saya melayangkan nota protest padanya, pokoknya protest, protest dan protest. *Hidup mahasiswa, tangan terkepal maju ke depan, grrrrrrrrrrrr *darklord_face*. (tamu negara kok gag disambut, issshhh)

Banyak kisah tentangnya dah pokoknya…..

Ok, Balik ke masalah tantangan. Jadi awalnya gini, di suatu malam kami iseng membuat daftar keinginan untuk 2 tahun ke depan. Yaa.. namanya juga iseng maka hal yang ditulis bermacam-macam. Setelah menulis daftar tersebut, kemudian kami saling menukar kertas satu sama lain untuk dibaca dan dibandingkan tingkat kekerenannya, hehehehe. Skip, skip, skip..

Selanjutnya, kami membuat semacam tantangan. Siapa-siapa yang kalah (baca; lebih lambat wisuda), harus mengakui kekalahannya dan memberikan selamat secara langsung, serta yang menang akan menyerahkan satu eksemplar buku/novel karangannya. Iya, kala itu dia tengah menggarap sebuh novel percintaan, kalau tidak salah ada dua novel dengan alur cerita yang berbeda. Sedangkan Saya sedang menggarap sebuah tulisan mengenai kajian sumber daya manusia, dan sebuah novel bergenre scie-fi juga sih, cuman….ya itu…..Saya menyadari tulisan Saya sekaku pembawaan Saya (baca; gak berbakat nulis), dari pada cerita Saya bikin nafsu makan orang jadi ilang mending gausah nulis novel, oleh karena itu Saya menyiapkan sebuah buku laporan penelitian sumber daya manusia jika Saya duluan wisuda nanti.

Setelah beberapa tes ujian masuk yang Saya lalui, akhirnya Saya memilih untuk ngelmu di kampus konservasi, artinya Saya berada dilokasi yang berbeda dengannya. Lokasi Saya lebih masuk kedalam gunung, yep Saya bisa lebih fokus merapalkan berbagai kitab, mendawamkan berbagai ajian dari sang guru.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, dia akhirnya memilih puyuh sebagai subject penelitian, sedangkan Saya memilih terjun masuk ke dalam dunia tetumbuhan.

Dia memilih untuk mengakhiri masa pertapaannya di UNDIP Semarang, sedangkan Saya memilih untuk menunda turun gunung.

Yap, Alhamdulillah…. pagi tadi dia telah diwisudakan, dan berhak menyandang gelar SHJ Putra, S.pd., M.Si., Warga Repoq patut bangga atas prestasimu bro.

DSC_0036
SHJ Putra, S.Pd., M.Si., bersama orang tua dan teman-temannya mengabadikan foto sesaat setelah wisuda.

Oke, Man….selamat kamu menang Man, Keren. Saya kalah darimu, salluttee….. angkat topi…

SHJ Putra, S.Pd., M.Si., memiliki karakter yang kuat dalam dirinya, untuk itulah Saya begitu bangga bisa belajar banyak hal darinya.

Jalan masih panjang bro, selamat berkarya, selamat berjuang mendherma-baktikan ilmu yang telah kamu peroleh.

CIMG8105

Semarang, 27 Oktober 2015

Best Regards,

M.Teguh A Diantaris

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s