Posted in Nusantara Class

Mari ucapkan selamat kepada mereka…

Assalamu’alaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua….

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat, sukses, luar biasa untuk rekan-rekan biologi reguler ‘13 Pasca Universitas Negeri Semarang karena telah diwisudakan hari ini, Selamat datang para profesional muda di bidang pendidikan. Semoga dapat segera berkarya di dalam dunia pendidikan.10845927_402058396625046_923803918914650399_n

Selanjutnya, saya ingin memperkenalkan satu per satu mereka, secara singkat.

  1. K. Purboyanti, M.Pd.
Candid, pada saat belajar Source: Dokumen Pribadi
Candid, pada saat belajar
Source: Dokumen Pribadi

Sebagai wisudawan termuda, ria (panggilan akrabnya) memperoleh gelar magisternya diusia 23 tahun. Ria merupakan salah satu karakter yang memenuhi kualifikasi mahasiswa berprestasi, pinter (iya), Belajar sampai enggak tidur malam (iya), objective (iya), mampu mereview berbagai jurnal (iya), mau mendengarkan orang (iya), dll. Tapi, Ria itu orangnya pemalu, gak mau nyusahin orang.

Oke, untuk beberapa (bahkan hampir semua) mata kuliah saya terkadang harus terdecak kagum, menelan ludah, dan mengangkat topi untuknya, Apa sebab? Bagaimana tidak, disaat Abah Ulung (Mursyd Thoriqoh Tesisiyah saya) menjelaskan berbagaimacam istilah (yang agak asing bagi saya, kala itu), semisal PCR, palmitat,overlating gen, difusi terporifikasi, kondensasi hidrogen serta berbagai macam istilah dalam kode genetik, dia (Ria) mampu berkomunikasi dengan abah ulung tanpa mikir. Jadi, saya tidak kaget jika Ria lulus dengan predikat cumlaude. Proud of you de….

Saya pernah secara khusus menulis mengenai ujian proposal Ria, di link berikut https://teguhadang.wordpress.com/2015/05/11/khodariyah-professor-dan-permendibud-no-59/

  1. T. Bayuntoro, M.Pd.
Johan di kediaman Pak Zen Source: Dokumen Pribadi
Johan di kediaman Pak Zen
Source: Dokumen Pribadi

Usianya baru 23 tahun namun sudah meraih gelar magister. Kuliah tidak menjadi penghalang baginya untuk menderma-baktikan ilmunya untuk adik-adik pelajar, iya, johan (panggilan akrabnya) aktif mengajar di salah satu SMA negeri di Semarang. Kalau untuk prestasi di kelas janganlah ditanya, lulus dengan predikat cumlaude menjadi bukti yang kuat atas keuletannya belajar. Johan aktif banget orangnya, mulai dari volley hingga futsal dilakoninya, namun perkuliahan tidak pernah ia tinggalkan. Hebat kamu jon….

  1. Mansur S., M.Pd.
Mas Mansur berada di tugu Konservasi Source: Dokumen Pribadi
Mas Mansur berada di tugu Konservasi
Source: Dokumen Pribadi

Wisudawan asal Lombok ini bisa dibilang mahasiswa rajin dan semangat dalam belajar. Mas Mansur tidak memiliki banyak kegiatan seperti johan, “wisuda tepat waktu itu penting” begitulah ujarnya. Oleh karena itu, mas mansur menyibukkan diri menggarap tesis jauh-jauh hari sebelum yang lain mengerjakannya. Mas mansur begitu peduli dengan budaya yang ada di lombok, itulah sebabnya tesisnya mengangkat nilai-nilai pendidikan konservasi di salah satu desa di kabupaten Lombok tengah. Selamat bro…..sampai jumpa di Lombok.

  1. S.A. Raida, M.Pd.
sewaktu Fira menghadiri sidang tesis Maridah. Source: Dokumen Pribadi
sewaktu Fira menghadiri sidang tesis Maridah.
Source: Dokumen Pribadi

Dia merupakan sosok guru yang mau menjadi seorang guru. bolak-balik ngajar-kuliah (salatiga-semarang) membuatnya menjadi wanita tangguh. Selanjutnya saya akan membuat tulisan khusus untuk fira di lain kesempatan.

selamat atas wisudanya ya fir, semoga bisa bermanfaat bagi sekitarmu.

  1. Mba D. Sabat, M.Pd.
Wisudaya mba dian (source: fb mba dian)
Wisudaya mba dian
(source: fb Mba Dian)

Mba Dian merupakan salah satu mahasiswa yang berasal dari So’e (NTT). Saya banyak bertanya perihal budaya yang ada di So’e, bagaimana budaya pernikahan, makna filosofis busana adat So’e, dll.

  1. Ibu Rachayuni, M.Pd.
Ibu Yuni waktu memberikan pertanyaan
Ibu Yuni waktu memberikan pertanyaan “teknik biomol” ke pihak Cimori.
Source: Dokumen kelas

Ibu Yuni merupakan senior kami semua, paling berpengalaman dibidang pendidikan. Kami belajar banyak darinya. Walaupun ibu Yuni sangat sibuk mengajar, namun semangatnya untuk berkuliah luar biasa. Saya banyak belajar mengenai budaya jawa padanya, seperti penggunaan bahasa jawa sehari-hari (red: di warung-warung), seperti penggunaan kata Pinten, setunggal, sekawan, dll.

Overall, untuk temen-teman yang lain, “Ayo, selanjutnya kita ramaikan khazanah dunia perwisudaan berikutnya…”, Cheerrsss all.

Oke, peace n smile……then…..tahan…nah……yep…

Sesi Foto diperkuliahan terakhir. Source: Dokumen Kelas.
Sesi Foto diperkuliahan terakhir.
Source: Dokumen Kelas.

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s