Posted in Islam

Agama (Islam) dan Sebuah cangkir.

Bismillahirrohmanirrohim

(ilahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi a’tini mahabbataka wa ma’rifataka)

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الحبيب العالي القدر العظيم الجاه وعلى آله وصحبه ومن والاه

Agama itu ibarat sebuah cangkir, iya benar hanyalah sebuah wadah ga lebih. Untuk menikmati sebuah kopi hangat/ susu segar/ teh manis di pagi hari yang cerah, sudah barang tentu kita memerlukan sebuah cangkir, tidak mungkin kita meneguknya langsung dari ceret, bukan? cangkir apa saja boleh, silahkan menggunakan cangkir favorite anda, cangkir bermotif bunga, bertulisan papa-mama (cangkirku), cangkir beling, maupun cangkir dari keramik, silahkan. Bukanlah cangkir yang merupakan tujuan kita, melainkan menikmati segarnya susu/ manisnya teh/ hangatnya menikmati kopi di pagi harilah yang merupakan tujuan kita.

Source: http://www.cosmopolitan.co.id/newtest/vrgallery/teaser/3756377ebf68d568323b56b2ae614cd6.jpg
Source: http://www.cosmopolitan.co.id/newtest/vrgallery/teaser/3756377ebf68d568323b56b2ae614cd6.jpg

Adapun pengaruh cangkir terhadap rasa kopi/ susu/ teh, tentu  saja ada. Namun tidak terlalu  mempengaruhi sensasi ketika minuman itu kita nikmati.

Source: https://saadillahp.files.wordpress.com/2014/12/teh-poci.jpg
Source: https://saadillahp.files.wordpress.com/2014/12/teh-poci.jpg

Sama seperti beragama, menjadi salah satu bagian dari suatu agama bukanlah sebuah tujuan (koreksi saya jika salah). Saya mengambil contoh islam (karena saya mempelajari islam, saya tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan ajaran agama lain). Tujuan kita beragama islam adalah untuk mendapat kerhidoa’an Allah SWT dan tentu saja Allah menjadi tujuan kita. sholat yang kita lakukan untuk apa? puasa yang kita lakukan demi apa? haji yang kita laksanakan karena apa? apakah hanya karena ingin dikatakan muslim sejati yang diakui oleh sejuta umat di media massa/on-line ataukah seluruh ibadah kita murni karena mengharap keridho’an Allah SWT? okey, mari kita mengingat sejenak, Saya rasa penggalan kalimat berikut sudah tidak asing bagi seorang muslim

” اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِﷲِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”.

 Yap senantiasa dibaca ketika melaksanakan sholat (bagi yang mau membacanya). kira-kira artinya apa? Artinya, “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah kerana Allah, Tuhan seluruh alam”. Iya benar, semua aktifitas ibadah umat muslim adalah semata-mata karena Allah SWT bukan yang lain.

http://mirajnews.com/wp-content/uploads/2014/09/thank-you-allah.jpg
http://mirajnews.com/wp-content/uploads/2014/09/thank-you-allah.jpg

Menurut saya (debatable memang), kurang tepat rasanya penggunaan istilah “saya harus berhijrah (beribadah dengan kaffah) guna memantaskan diri (untuk calon pasanganku)”, karena seluruh aktifitas ibadah seorang muslim hanyalah untuk Allah SWT bukan untuk mahluk ciptaan-Nya. Islam merupakan Agama yang diridhoi oleh Allah SWT, merupakan sebuah wadah untuk bisa mendapatkan keridho’an Allah SWT. Lantas bagaimana dengan Agama Lain? Ya sama saja, kita bisa meminum kopi dengan menggunakan cangkir manapun yang kita suka, karena bukan cangkir (Agama) yang menjadi esensinya, melainkan isi atau keridho’an Tuhan Yang Maha Esa. Tentu saja, terdapat pengaruh yang nyata jika menggunakan cangkir keramik dan cangkir yang lainnya, namun sekali lagi tidak mempengaruhi sensasi (feel, taste) ketika kita mengkonsumsi teh/ kopi/ susu tersebut. Sama seperti setiap agama, tentu saja memiliki hubungan yang nyata antara agama dan umat beragama, hanya saja hal tersebut tidak mempengaruhi feel, teste pada saat beribadah kepada Tuhan. Masih bingung? (better, piknik dulu yukk…)

Source: http://muniorganizasyon.com.tr/wp-content/uploads/slider/s5.jpg
Source: http://muniorganizasyon.com.tr/wp-content/uploads/slider/s5.jpg

Pada saat beribadah, tubuh kita melepaskan beberapa hormon seperti, adrenalin, serotonin, dopamin dan endorphin. Nah, hormon endorphin misalnya, jika terlepas dan terakses oleh tubuh, kita akan merasakan sensasi perasaan nyaman, tenang, damai, bahagia, dll., seperti perasaan pada saat menatap wajah bayi. Hormon ini sama untuk setiap manusia, tidak mengenal agama, ras, suku atau bangsa, jika terlepas ya bahagia yang dirasakan.

images 1 baby-picture-1

Jadi, please…….. Stop arogansi atas nama agama, mending kita menikmati secangkir kopi hangat/ susu segar/ teh manis di pagi yang cerah ini….

Source: https://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xpf1/t51.2885-15/e15/11093021_897843273571830_250582404_n.jpg
Source: https://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xpf1/t51.2885-15/e15/11093021_897843273571830_250582404_n.jpg

Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwa Mithariq

M. Teguh A Diantaris

Semarang, 8th October 2015

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s