Posted in Nusantara Class

Khodariyah, Professor, dan Permendibud no 59.

riaBagi kelas biologi reguler, Khodariyah memang bukan Mahasiswi biasa. Selain baru berusia 21 tahun jalan ketika menjadi seorang mahasiswa pascasarjana, mahasiswi yang biasa di sapa Ria ini juga memiliki pengetahuan di atas rata-rata. Bagaimana tidak, sejumlah mata kuliah extreem berhasil dikuasainya. Ambil contoh mata kuliah biotekologi, Ria berhasil menjelaskan sequencee dNA mengguakan bahasa tingkat tinggi berlandaskan jurnal asing (berbahasa non-arab), Ria juga beberapa kali bahkan sering menyebutkan istilah asing yang memaksa Saya harus menanyakan empu gugel untuk mengetahui maknanya.

Bukan itu saja, Ria juga benar-benar nyambung berdiskusi dengan dosen expert ketika perkuliahan berlangsung. Ya sudah, ketika mereka sedang asik ngobrol Saya dan teman-teman biasanya akan saling lirik (berkomunikasi dengan tatapan mata atau bertelepati) mengatakan “mereka lagi bahas apaan ya?”, kemudian dibalas “gatau” ujar yang lain. Usut-punya-usut ternyata Ria sering tidak tidur lantaran harus menamatkan membaca berbagai jurnal terindeks Scoppus, thats why she looked like a tired young girl and has a panda eyes. Satu kata yang kira-kira pantas disematkan kepada Ria adalah pintar, telaten, rela berkorban eh itu lebih dari satu kata ya.

Ketika berbaiat pada dua orang professor (baca tulisan Saya tentang thoriqoh Tesisiyah) pada oktober tahun lalu, Ria bahkan sudah mampu menyelesaikan proposalnya jauh sebelum Direktur Pasca menerbitkan peraturan baru terkait mazhab RnD. Ria memperlihatkan proposalnya mengenai hubungan bawang merah terhadap pengangguran di Brebes (sungguh niat yang mulia), setelah dilakukan sitasi oleh salah seorang Professor, kami diminta untuk membuat tulisan yang sejalan dengan sitasi proposalnya Ria, Walah dalah ampun Prof, Saya bukan Ria (Saya bergumam dalam hati).

Ok, Saya persingkat saja takutnya dianggap ngefens ma Ria, meskipun Saya memang belajar banyak pada Ria. Setelah berapa kali perubahan ide akibat adanya amandemen mazhab RnD maka sampailah Ria di dalam ruang sidang Seminar Proposal Thesis, diuji oleh 3 Professor berbagai bidang dan satu Doktor di bidang Pendidikan. Dengan persiapan yang matang maka tentu saja presentasi Ria berjalan lancar, kami sebagai penonton dan suporrter dibuat geleng-geleng atas penjelasan Bawang Merah yang dapat mengurangi pengangguran di Brebes. Luar biasaaa.

Sampailah pada sesi tanya jawab, tiba-tiba bagai Jaelangkung-jaelangset muncullah permendikbud no. 59 tentang Kurikulum 13 di dalam ruang sidang tersebut. Kemudian permendikbud tersebut dijelaskan oleh salah seorang penguji yang merupakan seorang doktor di bidang pendidikan. Setelah permendikbud tersebut dimediumisasi di tubuh peserta uji nyali, kemudian dinetralisir maka (hmmm…. ) Bahasa awamnya Perangkat pembelajaran yang dirancang oleh Ria ternyata menyalahi Permendibud, ketiga Professor pun dibuat penasaran atas permendiknas tersebut, diskusi singkat pun terjadi. Pembimbing Ria (di bidang sains, beliau sedang meramu durian berwarna merah muda) juga dibuat bingung “saya baru tahu tentang peraturan tersebut” ujar Beliau.

Akhirnya, Ria diminta untuk ngeremake­ total proposalnya, benar-benar total dari bab I sampai lampiran. Bagi kami saya, hal tersebut tentu saja sebuah malapetaka, laa wong bulan April harus meneliti kalau tidak harus nunggu semester genab tahun depan. Hanya saja, Ria tetaplah Ria dengan segala kemampuannya, pembimbingnya saja mengatakan “ga sulit kok bagi mahasiswi sekelas Ria untuk nge-remake ulang, tulisannya juga sudah enak dibaca. Seminggu selesai kok.” Lagi-lagi kami saya dibuat geleng-geleng atas kemampuan yang dimiliki seorang Ria.

Ganbatte Ria….:)

Penulis:

| اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ | Pemuda Sasak | Sarungan | Ngelmu ning Semarang | an ethnobotanical researcher: Medicinal plants |

2 thoughts on “Khodariyah, Professor, dan Permendibud no 59.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s